PENDALAMAN
TERAPI SHOLAT BAHAGIA
Oleh:
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag
Assalamualaikum
wr. Wb
Terima
kasih sebelumnya saya sampaikan kepada bapak Prof. Dr. Moh. Ali aziz, M.Ag yang
telah memberi kami kesempatan untuk mengikuti pendalaman terapi shalat bahagia
ini. Beliau adalah seorang guru besar di Universitas Islam
Negeri Sunan Ampel Surabaya. Beliau juga seorang penulis buku yang telah banyak
menghasilkan karya di kancah nasional maupun internasional, salah satunya
adalah “60 Menit Terapi Shalat Bahagia” yang dijadikan acuan dalam mempelajari
pendalaman terapi shalat bahagia.
Sebelum
audiens mengikuti pendalaman
shalat bahagia ini, audiens harus sudah membaca buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”
agar dapat memudahkan audiens dalam mendalami segala sesuatunya. Kemudian audiens dianjurkan untuk menulis beberapa hal
yakni:
1)
Tulislah 10 orang yang paling berjasa dalam kehidupan anda
2)
Tulislah 5 orang yang menjengkelkan atau menyakitkan anda
3)
Tulislah 10 dosa yang pernah anda lakukan
4)
Tulislah 30 nikmat terbesar yang anda rasakan (sejak kecil hingga sekarang)
5)
Tulislah 10 masalah yang paling mengganggu atau menyedihkan dalam
perjalanan hidup anda ( ada yang bersifat rahasia ada yang tidak)
Tulisan diatas dimohon untuk menjawab dengan jujur dan
jelas dan kertas tersebut sifatnya rahasia hanya Allah dan anda yang tau lalu
bawalah tulisan tersebut pada saat datang mengikuti pendalaman shalat terapi
bahagia. Selanjutnya, audiens melaksanakan terapi shalat bahagia ini secara
detail agar dapat dengan mudah mengaplikasikannya dalam melaksanakan shalat
dengan tumakninah, tawakkal, dan qanaah agar bisa hidup bahagia dan sejahtera. Spesifikasi
pendalaman terapi shalat bahagia ada empat, yaitu:
1. Al-Quran dan hadits
2. Arabic is complement
3. Drive is a spiritual gravitation
4. Positive thinking and self-confidence
Allah
SWT berfirman:
“barangsiapa
tidak senang dengan keputusan dan takdir-Ku, maka hendaknya ia segera mencari
tuhan selain aku” (HQR. At Thabrany)
“barangsiapa
tidak beriman pada takdir Ku enak atau tidak enak, maka Aku tidak akan
mengurusinya lagi” (HQR. Abu Ya’la)
Terdapat
juga syarat-syarat doa yang harus diterapkan dalam menjalani pendalamn terapi
shalat bahagia ini, yakni yamg pertama adalah jangan banyak mengeluh. Berhenti
untuk mengeluh atas apapun yang Allah berikan, karena segala sesuatu pasti ada
hikmahnya. Allah juga pasti memberi apa yang dibutuhkan bukan diinginkan karena
bisa jadi apa yang menurut kita baik, malah menurut Allah buruk begitu juga
sebaliknya.
Yang
kedua adalah Allah akan memberikan sesuatu jika sudah tepat pada waktunya. Maka
dari itu jangan pernah berdoa atau mengeluh “ Ya Allah kapan Engkau mengabulkan
doa-doaku” karena Allah akan mengijabah doa doamu jika sudah tepat waktunya.
Di dalam shalat bahagia ini terdapat
beberapa hal penting yang harus diperhatikan:
1. Bacalah doa wajib dalam shalat terlebih
dahulu, kemudian bacalah renungan dalam hati setelah itu lanjut ke herakan
berikutnya. (hal ini hanya boleh dilakukan jika sedang shalat sendirian bukan
saat berjamaah entah itu menjadi imam atau makmum)
2. Perbanyak doa dalam shalat daripada
setelahnya. Dalam hal ini utamakan kualitas doa terlebih dahulu dan sebaiknya
dilakukan pada saat sujud kedua di setiap rakaat atau terakhir dalam shalat.
3. Programlah shalat ini secara bertahap,
jangan sekaligus. Dalam hal ini diperbolehkan untuk membaca, menangis, dan
memejamkan mata.
Di dalam shalat terdapat beberapa gerakan wajib yang pada
pendalaman terapi shalat ini diberi sedikit tambahan renungan, doa oleh sang
founder, yakni Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag. berikut ini adalah gerakan wajib
shalat, renungan atau doa, beserta kata kuncinya:
1. Berdiri, dengan kata kunci SUBHAN ( syukur, bimbingan,
ketahanan iman)
a.
Syukur: “wahai Allah, aku bersyukur atas semua nikmat-Mu.”
b.
Bimbingan: “bimbinglah aku dan keluarga agar tetap di jalan yang benar.”
c.
Ketahanan iman: “berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar
selamat dari kesesatan dan murka-Mu.”
Tambahan (jika ingin lebih detail):
a.
Aku berterima kasih atas semua nikmat-Mu, yaitu (1)...(2)...dst (lihat yang
diatas). Ampunilah aku, karena sering mengeluh dan kurang berterima kasih
kepada-Mu.
b.
Wahai Allah, setiap saat, aku,istri atau suami dan anak-anakku mengahadapi
godaan dosa, terutama godaan harta dan nafsu terhadap pria atau wanita yang
Engkau haramkan. Berikan kami ketahanan iman agar ketampanan, kecantikan,
kekayaan, dan fasilitas kekuasaan tidak menjerumuskan kami ke dalam dosa.
2. Rukuk, dengan kata kunci TURUT ( tunduk, menurut)
a.
Tunduk: “wahai Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku bertasbih
dan menyerahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan
kepada-Mu.”
b.
Menurut: “aku menurut kepada semua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku.”
Tambahan (jika ingin detail):
a.
Wahai Allah, aku mempunyai masalah, yaitu....(lihat tulisan yang diatas)
b.
Wahai Allah, aku ikhlas, ridho, tidak mengeluh atas masalah tersebut. Jika
aku pernah mengeluh, itu karena kebodohanku. Ampunilah aku.
c.
Wahai Allah, aku yakin (3x) Engkau pasti (3x) Maha Kuasa Menolong aku.
Engkau pasti (3x) menyayangi aku, dan tidak mungkin membiarkan aku sendirian
menghadapi masalah dan harapanku itu.
d.
Wahai Allah, aku pasrah (3x) aku pasrahkan masalah tersebut kepada-Mu.
Terserah Engkau, sebab Engkau pasti (3x) memberi yang terbaik untukku. Aku
ikhlas apapun keputusan-Mu.
3. I’tidal, dengan kata kunci HADIR (hak pujian,
takdir)
a.
Hak pujian: “hanya Engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena
terlintas mengharap pujian manusia.”
b.
Takdir Allah: “semua hal terjadi atas takdir-Mu. Aku ridho dan ikhlas
menerimanya.”
Tambahan (jika ingin detail):
a.
Wahai Allah, hapuskan di hatiku dan mengharap penghormatan, pujian dan
terima kasih orang. Sebaliknya, jadikan aku selalu menghormati, menghargai dan
berterima kasih kepada orang. Kuatkan kesabaranku menghadapi cacian dan
kezaliman orang.
b.
Aku ikhlas, ridho tidak mengeluh atas semua takdir-Mu. Rencana-Mu pasti
(3x) lebih baik dari rencana hidupku. Takdir-Mu pasti (3x) yang terbaik
untukku.
4. Sujud, dengan kata kunci MASJID (maaf, sinar, jiwa dan
raga)
a.
Maaf: “maafkan dosa-dosaku, bapak-ibu dan keluargaku.”
b.
Sinar: “sinarilah hati, lidah, mata, dan telingaku agar selalu berbuat yang
Engkau ridhoi.”
c.
Jiwa dan raga: “jiwa dan ragaku dalam kekuasaan-Mu. Aku serahkan
hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu.”
Tambahkan (jika ingin lebih detail):
a.
Wahai Allah, ampunilah aku, kedua orang tuaku, istri atau suami, dan
anak-anakku, lebih-lebih mereka yang telah meninggal dunia. Jauhkan mereka dari
siksa kubur dan neraka. Jadikan kuburan sebagai taman surga yang menyenangkan
mereka. Jika dalam pandangan-Mu ada kebaikan itu bagian dari pahala yang
teralirkan untuk ibu-bapakku, guru-guruku, keluargaku, dan semua orang yang
berjasa mengantarkan aku sampai aku menjadi “orang” seperti saat ini.
b.
Berikan cahaya-Mu untukku, istri/suami dan anak-anakku, agar hatiku bersih
dari iri dan dengki. Jadikan semua perkataan kami benar dan menyemangati semua
orang, serta telinga kami peka terhadap adzan.
c.
Wahai Allah, aku mempunyai masalah, yaitu....(lihat tulisan yang diatas)
d.
Wahai Allah, aku ikhlas, ridho, tidak mengeluh atas masalah tersebut. Jika
aku pernah mengeluh, itu karena kebodohanku. Ampunilah aku.
e.
Wahai Allah, aku yakin (3x) Engkau pasti (3x) Maha Kuasa Menolong aku.
Engkau pasti (3x) menyayangi aku, dan tidak mungkin membiarkan aku sendirian
menghadapi masalah dan harapanku itu.
f.
Wahai Allah, aku pasrah (3x) aku pasrahkan masalah tersebut kepada-Mu.
Terserah Engkau, sebab Engkau pasti (3x) memberi yang terbaik untukku. Aku
ikhlas apapun keputusan-Mu.
5. Duduk antara dua sujud, dengan kata kunci AKSI (ampunan,
kasih, sejahtera, iman)
“Wahai Allah,
berilah aku ampunan, kasih, sejahtera dan iman”
Tambahan (jika
ingin lebih detail):
a.
Wahai Allah, ampunilah dosa-dosaku
b.
Kasihlah aku. Cintailah aku. Jadikan hidupku penuh kasih bersama keluarga
dan semua manusia. Kasihanilah aku yang telah berusaha keras untuk
membahagiakan keluargaku. Kepada siapa lagi aku memohon belas kasih jika bukan
kepada-Mu.
c.
Berilah aku rizki yang melimpah untuk keluarga, syiar agama, dan menolong
fakir miskin. Jadikan aku lebih senang memberi daripada diberi. Berilah aku
kesehatan dan kesembuhan dari semua penyakit.
d.
Kuatkanlah imanku, agar aku semakin dekat dengan-Mu, sabar dan tegar
menghadapi apapun cobaan dari-Mu.
6. Tasyahud, dengan kata kunci SOSIAL ( solawat, persaksian,
tawakkal)
a.
Sholawat: “sholawat dan salam untuk Nabi SAW. Berikan aku kekuatan
menyontoh akhlaknya.”
b.
Persaksian: “aku bersaksi ‘tiada tuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah
utusan-Mu’. Jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku”
c.
Tawakal: “aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua
persoalan kepada-Mu.”
Tambahkan (jika ingin lebih detail):
a.
Jadikan aku, istri/suami dan anak-anakku berakhlak seperti nabi-Mu.
Mudahkan aku dan keluarga beribadahdi mekah dan madinah, serta berdoadi dekat
makam Nabi-Mu. Aku berharap di hari kiamat kelak, mendapat syafaat nabi-Mu. Di
surga, Engkau pertemukan kami sekeluarga dengan nabi-Mu.
b.
Jadikan syahadat penambah percaya diriku, penghilang kecemasanku,
danpenguat optimisku. Jadikan la ilaha illallah kata terakhirku ketika
malaikat izrail mencabut nyawaku.
c.
Wahai Allah, aku mempunyai masalah, yaitu....(lihat tulisan yang diatas)
d.
Wahai Allah, aku ikhlas, ridho, tidak mengeluh atas masalah tersebut. Jika
aku pernah mengeluh, itu karena kebodohanku. Ampunilah aku.
e.
Wahai Allah, aku yakin (3x) Engkau pasti (3x) Maha Kuasa Menolong aku.
Engkau pasti (3x) menyayangi aku, dan tidak mungkin membiarkan aku sendirian
menghadapi masalah dan harapanku itu.
f.
Wahai Allah, aku pasrah (3x) aku pasrahkan masalah tersebut kepada-Mu.
Terserah Engkau, sebab Engkau pasti (3x) memberi yang terbaik untukku. Aku
ikhlas apapun keputusan-Mu.
g.
Wahai Allah, sekarang aku lebih bahagia. Aku akan menoleh ke kanan dan
kiri. Berikan kemudahan hidup, kesuksesan dan kebahagiaan semua orang di
sebelah kanan dan kiriku, assalamualaikum warahmatullah.
Demikian rincian gerakan sholat dalam pendalaman shalat
terapi bahagia ini. Pendalaman terapi sholat ini selain dilaksanakan di dalam
negeri, pendalaman ini juga dilakukan di luar negeri seperti Amerika, Afrika,
Jepang, australia,dll. Berikut adalah testimoni para alumni peserta pendalaman
sholat terapi bahagia:
Dahlan
Iskan, jawa pos group:
“inilah
manajemen shalat yang detaildan menarik. Saya pasti merubah sholat saya, yaitu
memperbanyak doa di dalamnya daripada diluarnya.”
dr.
Meralda, S.S, Surabaya:
“tanganku
sembuh dan bisa berbaju sendiri tanpa bantuan orang lain, setelah lima bulan
sakit.”
Sri
Wahyuni, Sidoarjo:
“enam
bulan sakit duduk dan jalan. Sekarang bisa tahiyyat dan berjalan lancar.”
Sudah begitu banyak pengaruh positif ketika mengamalkan
terapi shalat bahagia ini. Banyak sekali pasien training terapi 60 menit shalat
bahagia ini yang menikmati hasilnya, ambeien sembuh, sakit punggung sembuh,
migrain sembuh, dll.
Sekian dan terima kasih saya sampaikan. Semoga apa yang
saya tulis disini bermanfaat bagi para pembaca. Wassalamualaikum wr. wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar